Lompat ke konten
Beranda » Stress Eating: Keinginan Makan Berlebih Saat Stres Menyerang?

Stress Eating: Keinginan Makan Berlebih Saat Stres Menyerang?

Stress Eating

Memahami Buruknya Stess Eating Bagi Kesehatan

cavaandtwitts.com – Stress eating, atau kebiasaan makan karena stres, memang bisa menjadi tantangan serius bagi kesehatan seseorang. Ketika seseorang mengalami stres, hormon stres seperti kortisol bisa memengaruhi hormon lapar dan membuat seseorang merasa ingin makan meskipun sebenarnya tidak lapar. Ini bisa menjadi siklus yang sulit dipatahkan, karena makanan sering kali dijadikan sebagai cara untuk mengatasi atau mengurangi stres.

Namun, Mulianah Daya benar-benar tepat ketika dia menekankan bahwa kita tidak boleh menggunakan stress eating sebagai cara untuk “menyenangkan diri sendiri”. Orang sering menghibur diri dengan makanan saat stres atau emosi negatif. Pola makan yang tidak sehat dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Waktu Makan Malam Terbaik: kata Dokter Gizi Hindari Larut Malam

Menghindari kebiasaan makan yang berlebihan dan memilih cara-cara yang lebih sehat untuk mengatasi stres. Ini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan menghindari risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Ini bisa termasuk mencari dukungan psikologis atau terapi untuk mengatasi stres. Mengembangkan strategi pengelolaan stres yang lebih sehat, dan memperhatikan pola makan yang seimbang dan bergizi.

Bijak Melakukan Sesuatu Selain Harus Stress Eating

Mulianah memberikan saran yang sangat bermanfaat untuk mengatasi kebiasaan stress eating. Strategi ini melibatkan pengalihan perhatian kita dari makanan kepada aktivitas positif, seperti olahraga. Dengan berolahraga, kita tidak hanya mengurangi kecenderungan makan berlebihan saat stres, tetapi juga meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Dengan demikian, pengalihan perhatian ke aktivitas yang memberi manfaat bagi tubuh dan pikiran menjadi langkah penting dalam mengelola stres dan emosi negatif tanpa harus mengandalkan makanan.

Baca juga: Gongso Iga Pedas Manis, Enak dengan Nasi atau Ketupat?

Olahraga tidak hanya membantu mengalihkan stres, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Misalnya, aktivitas fisik dapat meningkatkan produksi endorfin, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi rasa stres. Selain itu, olahraga juga membantu meningkatkan kesehatan otot dan jantung, serta dapat meningkatkan tingkat energi dan memperbaiki kualitas tidur.

Dengan mengadopsi kebiasaan berolahraga secara teratur, seseorang dapat mengurangi keinginan untuk makan secara berlebihan sebagai respons terhadap stres. Ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang dalam kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *